Wakil Menteri Luar Negeri Iran: “AS telah sepenuhnya meninggalkan MOU... Kami juga akan berhenti memenuhi kewajiban kami.”
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Ketika pemerintahan AS Donald Trump melanjutkan serangan udara di seluruh lini Iran, termasuk wilayah Selat Hormuz, selama tujuh hari berturut-turut, pemerintah Iran mengumumkan penangguhan implementasi Memorandum of Understanding (MOU) sebelumnya.
Ketika pemerintahan AS Donald Trump melanjutkan serangan udara di seluruh lini Iran, termasuk wilayah Selat Hormuz, selama tujuh hari berturut-turut, pemerintah Iran mengumumkan penangguhan implementasi Memorandum of Understanding (MOU) sebelumnya. Menurut Kantor Berita Fars Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Kazem Gharibabadi mengatakan pada tanggal 18 (waktu setempat), "Amerika Serikat telah melanggar dan menangguhkan semua kewajiban yang ditanggungnya dalam kerangka MOU Islamabad," dan "Akibatnya, kami telah berhenti memenuhi semua kewajiban." “Kami telah berhenti dan tidak akan lagi memenuhi janji kami,” katanya. Ia menambahkan, "Tugas yang kita hadapi saat ini adalah melindungi tanah air kita. Kita akan melaksanakannya dengan tegas dan tegas, dan Amerika Serikat akan menyadari sekali lagi bahwa tindakan agresifnya tidak membuahkan hasil apa pun." Al Jazeera menambahkan, “Ini adalah pertama kalinya pihak Iran secara resmi mengumumkan penghentian MOU dan ketidakmampuannya untuk melaksanakannya.” Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran membuka Selat Hormuz pada tanggal 17 bulan lalu. dan menandatangani MOU yang bertujuan untuk memulai negosiasi nuklir selama 60 hari. Namun kedua negara
← Kembali