Salah satu klaim terbesar Presiden Trump dalam pidato keamanan pemilu pada Kamis malam adalah bahwa Tiongkok mengakses lebih dari 200 juta informasi pemilih Amerika. Namun, seperti yang dijelaskan oleh Direktur Eksekutif Pemilu dan Survei CBS News, Anthony Salvanto, informasi tersebut sudah tersedia untuk umum.