Bilawal berjanji akan menjadi 'suara' warga AJK di Pusat
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Ketua PPP Bilawal Bhutto-Zardari pada hari Jumat berjanji untuk menjadi suara rakyat Azad Jammu dan Kashmir (AJK) di Pusat dan secara global dengan menjembatani “kesenjangan” antara ibu kota federal dan rakyatnya.
Ketua PPP Bilawal Bhutto-Zardari pada hari Jumat berjanji untuk menjadi suara rakyat Azad Jammu dan Kashmir (AJK) di Pusat dan secara global dengan menjembatani “kesenjangan” antara ibu kota federal dan rakyatnya.
Dalam sambutannya pada rapat umum tersebut, Ketua Umum PPP mengatakan: “Kita telah melihat masa-masa baik dan buruk di AJK, namun saya belum menyaksikan kondisi seperti yang saya lihat saat ini.”
Ia menyebut situasi yang terjadi saat ini sebagai “ujian” bagi pemerintahan AJK, negara Pakistan, dan seluruh partai politik.
“Merupakan tugas utama seorang politisi untuk menyuarakan pendapat masyarakat di Pusat dan di forum internasional, namun mereka tidak memenuhi tanggung jawabnya,” katanya, seraya menambahkan bahwa “politisi harus bertindak sebagai jembatan antara masyarakat AJK dan Pusat, namun hal ini tidak terjadi.”
Ia menegaskan, permasalahan ini tidak hanya terjadi pada AJK saja; Sindh, Khyber Pakhtunkhwa, Balochistan dan Gilgit-Baltistan menghadapi nasib yang sama.
“Jika warga AJK memberi saya mandat, saya berjanji akan menjadi suara Anda di Islamabad dan global,” kata Bilawal.
Ia menegaskan, “tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan secara politik dan damai”, serta menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan permasalahan AJK.
Lebih lanjut Ketua PPP mengatakan, dirinya telah mengusulkan pembentukan komisi kebenaran dan rekonsiliasi untuk mengatasi permasalahan AJK.
“Jika hal ini dapat diterima oleh pemerintah dan para pengunjuk rasa di AJK, maka ini bisa menjadi cara untuk menyelesaikan permasalahan kita.”
Ia juga mendesak para pengunjuk rasa untuk menghentikan demonstrasi mereka dan pemerintah menahan diri untuk mengambil tindakan lebih lanjut sampai komisi kebenaran dan rekonsiliasi yang diusulkan terbentuk dan menyelesaikan tugasnya.
Namun, Ketua Umum PPP itu mengklarifikasi bahwa baik pemerintah maupun pengunjuk rasa belum menanggapi usulannya.
“Jika ini bukan cara yang tepat, saya meminta pemerintah dan pengunjuk rasa untuk memberi tahu saya apa alternatifnya,” katanya.
“Protes adalah hak rakyat, tapi protes yang mengganggu pasokan pangan, bahan bakar dan obat-obatan tidak berdampak pada pemerintah; hanya rakyat yang menanggung bebannya,” kata Ketua Umum PPP itu.
Lebih banyak lagi yang akan menyusul
← Kembali