Polisi tewas, 10 lainnya terluka dalam serangan di kantor polisi Miryan di Bannu
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
BANNU: Seorang pejabat polisi menjadi martir sementara enam personel keamanan dan empat warga sipil terluka setelah teroris menyerang kantor polisi di distrik Bannu di Khyber Pakhtunkhwa tadi malam, kata polisi pada Kamis.
BANNU: Seorang pejabat polisi menjadi martir sementara enam personel keamanan dan empat warga sipil terluka setelah teroris menyerang kantor polisi di distrik Bannu di Khyber Pakhtunkhwa tadi malam, kata polisi pada Kamis.
Pada Rabu malam, para penyerang berusaha menabrakkan kendaraan berisi bahan peledak ke Kantor Polisi Miryan, sehingga memicu ledakan dahsyat, yang diikuti dengan baku tembak berkepanjangan antara teroris dan personel polisi.
Menurut polisi, para teroris berusaha menyerbu kantor polisi segera setelah serangan itu. Namun, polisi dan pasukan keamanan segera merespons dan berhasil menggagalkan rencana mereka.
Pejabat polisi Noor Jamal Khan, yang terluka parah dalam serangan itu, meninggal karena luka-lukanya, kata polisi Bannu dalam pernyataan resmi, Kamis.
Enam personel keamanan dan empat warga sipil masih dirawat karena luka-luka mereka, tambah pernyataan itu.
Pernyataan itu mengatakan baku tembak yang intens setelah upaya serangan tersebut telah mengakibatkan beberapa korban jiwa di kalangan teroris. Pernyataan tersebut, yang tidak merinci jumlah teroris yang terluka dan terbunuh, menambahkan bahwa beberapa teroris juga berhasil melarikan diri dalam kegelapan.
Doa jenazah pejabat polisi yang syahid, Jamal, dipanjatkan dengan penuh penghormatan resmi di Garis Polisi Bannu. Pemakaman dihadiri oleh Petugas Polisi Daerah (DPO) Bannu Furqan Bilal, Petugas Polisi Daerah (RPO) Rabnawaz Khan dan perwira tinggi polisi.
Pada hari Rabu, sebelum mencoba menyerang Kantor Polisi Miryan, teroris dilaporkan juga meledakkan jembatan yang sebelumnya rusak menuju ke kantor tersebut dalam upaya untuk menghalangi tim bantuan dan penyelamatan.
Distrik Bannu telah berulang kali menjadi lokasi terjadinya insiden keamanan dalam beberapa bulan terakhir, baik warga sipil maupun pasukan keamanan setempat diserang di tengah peningkatan kekerasan yang lebih luas.
Bulan lalu, seorang tukang sapu yang bertugas di kantor polisi, yang diidentifikasi sebagai Mali Gul, diduga diculik oleh orang-orang bersenjata tak dikenal saat dalam perjalanan untuk salat di masjid setempat.
Pada 16 Februari, sedikitnya dua orang tewas dan 17 lainnya terluka dalam ledakan dahsyat di dekat Kantor Polisi Miryan. Sumber polisi mengatakan ledakan itu terjadi di dekat toko-toko yang terletak di dekat stasiun.
Pada tahun 2025, Kantor Polisi Miryan telah menjadi sasaran quadcopter sebanyak lima kali dalam sebulan.
Insiden terorisme di Bannu, termasuk serangan terhadap polisi dan anggota jirga, telah mendorong operasi yang ditargetkan oleh polisi dan pasukan keamanan di berbagai daerah untuk mengganggu jaringan teror.
CM mengutuk insiden Bannu, Dir Bawah
Ketua Menteri KP Sohail Afridi mengutuk keras penyerangan Bannu dan kejadian lainnya di Dir Bawah, dimana dua polisi menjadi syahid dan 16 lainnya luka-luka setelah diserang dalam operasi pencarian dan penyerangan.
Dalam pernyataannya, CM Afridi memberikan penghormatan kepada para personel yang gugur dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Dia juga mengarahkan pihak berwenang terkait untuk menyediakan fasilitas medis terbaik bagi korban cedera.
“Pengorbanan KP dalam perang melawan terorisme tidak dapat dilupakan,” katanya, seraya menambahkan bahwa “tindakan pengecut” tersebut tidak dapat menurunkan semangat mereka.
“Pemerintah provinsi berkomitmen untuk memberantas terorisme secara menyeluruh, melindungi nyawa dan harta benda masyarakat, dan memberikan segala bantuan yang mungkin kepada keluarga para martir,” kata CM seperti dikutip.
← Kembali