Sedikitnya 5 orang terluka, termasuk petugas polisi, dalam serangan di kantor polisi Bannu
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
BANNU: Setidaknya lima orang, termasuk seorang pejabat polisi, terluka pada hari Rabu setelah teroris menyerang kantor polisi di distrik Bannu di Khyber Pakhtunkhwa, memicu tembakan balasan yang besar dari petugas keamanan.
BANNU: Setidaknya lima orang, termasuk seorang pejabat polisi, terluka pada hari Rabu setelah teroris menyerang kantor polisi di distrik Bannu di Khyber Pakhtunkhwa, memicu tembakan balasan yang besar dari petugas keamanan.
Petugas Polsek Bannu Kapten (Purn) Muhammad Furqan Bilal membenarkan kejadian tersebut, sedangkan pihak administrasi rumah sakit setempat membenarkan adanya korban jiwa.
Menurut laporan, para penyerang berusaha menabrakkan kendaraan berisi bahan peledak ke Kantor Polisi Miryan, sehingga memicu ledakan dahsyat.
Sumber kepolisian mengatakan bahwa setelah ledakan tersebut, baku tembak sengit berlanjut dalam waktu yang cukup lama antara teroris dan personel polisi, sementara keamanan semakin diperketat di daerah tersebut.
Kontingen polisi tambahan telah tiba di lokasi, sementara anggota Komite Perdamaian Polisi juga tiba di lokasi kejadian, tambah sumber tersebut.
Laporan menyebutkan suara ledakan terdengar dari jarak cukup jauh. Ledakan itu juga merusak gedung kantor polisi dan kawasan pemukiman di sekitarnya.
Sebelum penyerangan terhadap kantor polisi, teroris meledakkan jembatan yang sebelumnya rusak dalam perjalanan menuju kantor polisi dalam upaya untuk menghalangi bala bantuan dan layanan penyelamatan.
Setelah serangan itu, warga sekitar membantu operasi penyelamatan.
Pada bulan April, serangan bom mobil bunuh diri di Kantor Polisi Domel di Bannu menewaskan sedikitnya lima warga sipil, sementara 13 lainnya terluka, termasuk satu polisi.
Distrik Bannu berulang kali menjadi lokasi terjadinya insiden keamanan dalam beberapa bulan terakhir, baik warga sipil maupun pasukan keamanan setempat diserang di tengah meningkatnya kekerasan militan.
Kekerasan di Bannu termasuk serangan terhadap polisi dan anggota jirga, yang mendorong operasi yang ditargetkan oleh polisi dan pasukan keamanan di berbagai daerah untuk mengganggu jaringan militan.
KP mengalami peningkatan serangan teror pada tahun lalu. Menurut Laporan Keamanan Tahunan 2025 dari Pusat Penelitian dan Studi Keamanan (CRSS), KP mencatat peningkatan kekerasan yang signifikan pada tahun lalu dengan “kematian meningkat dari 1.620 pada tahun 2024 menjadi 2.331 pada tahun 2025”.
← Kembali