Perdana Menteri Shehbaz Sharif pada hari Selasa mengarahkan agar pengiriman uang dari luar negeri sepenuhnya didigitalkan seiring dengan tujuan pemerintah untuk mencapai ekonomi tanpa uang tunai dan digital. Perdana Menteri mengeluarkan arahan tersebut dalam pertemuan yang dipimpinnya di Islamabad tentang mempromosikan ekonomi tanpa uang tunai dan pembayaran digital. “Perdana Menteri mengarahkan agar kampanye kesadaran untuk mendorong pedagang menuju pembayaran digital melalui kode QR dibuat lebih efektif, dan pengiriman uang dari luar negeri didigitalkan hingga 100 persen,” demikian pernyataan dari Kantor Perdana Menteri (PMO). Pertemuan tersebut diberitahukan bahwa 92 persen dana pengiriman uang diterima secara digital selama setahun terakhir. Pengiriman uang dari pekerja dipandang sebagai satu-satunya kekuatan stabilisasi yang paling penting bagi sektor eksternal Pakistan, dengan arus masuk yang mencapai rekor $41,6 miliar pada tahun fiskal terakhir. Pemerintah bulan lalu juga memperluas cakupan kerangka Akun Digital Roshan (RDA), dengan membuka skema yang awalnya ditujukan untuk warga Pakistan di luar negeri kepada warga negara asing dan investor. PM Shehbaz memuji kinerja tim ekonomi atas kemajuan yang dicapai selama setahun terakhir dalam “mengubah perekonomian Pakistan menjadi sistem pembayaran digital tanpa uang tunai”. Menurut PMO, perdana menteri menekankan bahwa transisi perekonomian nasional ke sistem non-tunai akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan transparansi. Dia memuji tim ekonomi yang mencapai peningkatan 300 persen selama setahun terakhir dalam jumlah pedagang aktif yang menggunakan kode QR untuk pembayaran digital. Dalam pertemuan tersebut, PM Shehbaz juga mencatat bahwa jumlah pengguna aplikasi mobile banking telah meningkat dari 95 juta menjadi 137 juta dalam setahun, dan menyebutnya sebagai “pencapaian signifikan”. Ia menyerukan agar bank dan lembaga keuangan memainkan peran komprehensif dalam mendorong perekonomian tanpa uang tunai. Selain itu, perdana menteri juga memuji peralihan pembayaran Program Dukungan Pendapatan Benazir (BISP) ke sistem digital, dan menggambarkannya sebagai sistem yang “transparan, cepat, dan nyaman bagi penerima manfaat”. Dalam pengarahan pada pertemuan tersebut, perdana menteri diberitahu bahwa semua pembayaran kepada 10 juta pengguna BISP kini dilakukan melalui dompet digital. Dalam penjelasan mengenai kemajuan langkah-langkah menuju perekonomian tanpa uang tunai, Perdana Menteri diberitahu bahwa jumlah pedagang yang menerima pembayaran secara digital meningkat sebesar 300 persen antara Juni 2025 dan Juni 2026 hingga mencapai dua juta, kata PMO. Pengarahan tersebut mengungkapkan bahwa 99 persen pembayaran Otoritas Database dan Registrasi Nasional (Nadra) telah didigitalkan, karena pembayaran tunai telah turun dari 71 persen menjadi hanya 1 persen. Pertemuan tersebut selanjutnya diinformasikan bahwa jumlah pengguna aplikasi mobile banking saat ini mencapai 137 juta, dan 11,9 miliar transaksi digital tercatat antara Juli 2025 dan Juni 2026, kata PMO. Validasi pihak ketiga mengenai ekonomi tanpa uang tunai sedang berlangsung, dan laporan akhir beserta rekomendasinya akan disajikan pada bulan November, kata pernyataan PMO. Asosiasi Perbankan Pakistan telah menetapkan target bagi bank-bank anggota untuk mempromosikan pembayaran digital, termasuk sistem Raast. Anggota kabinet yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Menteri Keuangan Muhammad Aurangzeb, Menteri Perekonomian Ahad Khan Cheema, Menteri IT Shaza Fatima Khawaja, Menteri Perminyakan Ali Pervaiz Malik, dan Menteri Negara Keuangan Bilal Azhar Kayani. Gubernur Bank Negara Pakistan (SBP) Jameel Ahmad, Ketua Nadra Letjen Muhammad Munir Afsar, dan pejabat senior dari lembaga terkait juga hadir. Dalam upaya untuk mendorong perekonomian tanpa uang tunai, PM Shehbaz telah membentuk komite tingkat tinggi pada bulan Juni tahun lalu. Perdana Menteri telah menekankan perlunya menerapkan sistem transaksi digital di seluruh negeri, dan menegaskan bahwa transparansi dalam perekonomian sangatlah penting.