Sebuah video viral di jejaring sosial yang menunjukkan seorang pria Kongo berusia tiga puluhan ditahan dengan kasar oleh beberapa agen keamanan swasta merupakan hal yang kontroversial. Kita melihat laki-laki menekan wajahnya ke tanah dan memberikan tekanan kuat pada lehernya. Korbannya adalah ilmuwan komputer kelahiran DRC, Yves Sakila. Dia meninggal di Rumah Sakit Mater di Dublin beberapa jam kemudian. Sejak peristiwa 15 Mei 2026 ini, skandal tersebut semakin berkembang dan terjadi demonstrasi pada Kamis, 21 Mei untuk menuntut keadilan.