Polisi pada hari Selasa mengatakan bahwa serangan mematikan terhadap kamp Rangers di Karachi bulan lalu mendapat “dukungan dari Afghanistan”, tempat para teroris dilatih. Pada malam tanggal 27 Juni, teroris menyerang markas lokal Pakistan Rangers (Sindh) di daerah Gulistan-i-Jauhar di Karachi, yang menyebabkan tiga personel keamanan menjadi martir dan empat lainnya terluka, menurut Hubungan Masyarakat Antar-Layanan (ISPR). ISPR mengatakan serangan itu dilakukan oleh teroris “yang merupakan perwakilan India Jamaatul Ahrar” (JuA), dan menambahkan bahwa tiga teroris tewas dalam tindakan pembalasan sementara satu orang ditangkap, yang diidentifikasi sebagai warga negara Afghanistan. Berbicara pada konferensi pers pada hari Selasa bersama Menteri Dalam Negeri Ziaul Hassan Lanjar, Inspektur Polisi Senior Kota Irfan Bahadur merinci keterlibatan unsur-unsur dari Afghanistan dalam “keseluruhan perencanaan” dan pelaksanaan serangan tersebut. Lanjar juga mengatakan, “Semua pengendali (teroris) membimbing mereka dari tanah Afghanistan bahwa kerusakan maksimal harus terjadi di kota tersebut dan perdamaian Karachi disabotase dengan menyandera orang dan menyebarkan terorisme publik.” Dia menambahkan bahwa setelah kejadian tersebut, lembaga penegak hukum (LEA) “menemukan jaringan fasilitator yang terlibat dalam serangan tersebut melalui upaya yang komprehensif”. Memberikan rincian mengenai serangan tersebut, SSP Bahadur menyebutkan “empat fase” dalam melakukan serangan tersebut: “Pertama, perencanaan dan pelatihan teroris di Afghanistan. Kedua, empat teroris Afghanistan dibawa dari Afghanistan ke Karachi.” SSP menambahkan bahwa ada “dukungan dari Afghanistan untuk menjalankan kelompok fasilitator di Karachi”, dan juga memberi mereka instruksi “sampai tahap terakhir dari Afghanistan”. “Dan yang terakhir, pemberian senjata, amunisi, dan jaket bunuh diri kepada teroris,” ujarnya. SSP mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri sebagai Janaan, yang merupakan penduduk provinsi Farah di Afghanistan. Teroris lainnya bernama Bilal alias Hadi, lahir di Bajaur dan kemudian pindah ke Kandahar di seberang perbatasan. Perwira senior menyebut teroris ketiga yang terbunuh adalah Umer Farooq, warga Kunar Afghanistan. Penyerang yang ditangkap dalam kondisi terluka diidentifikasi sebagai Usman Sher Mohammad, berasal dari Nangarhar. Lebih banyak lagi yang akan menyusul