Prancis telah berhasil melengkapi jet tempur Rafale-nya dengan roket canggih berpemandu laser 68 mm. Persenjataan inovatif ini menawarkan cara yang hemat biaya untuk mengatasi meningkatnya ancaman drone. Di bawah program Ladac, Angkatan Udara Prancis meningkatkan kemampuan anti-dronenya. Peningkatan cepat ini menunjukkan pembelajaran strategis yang diambil dari konflik-konflik yang terjadi baru-baru ini, sementara negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris juga menerapkan sistem serupa ke dalam persenjataan mereka.