Kisah seorang menantu perempuan diceritakan malu karena mertuanya menyajikan buah persik tanpa mengupasnya. Pada tanggal 12, sebuah artikel berjudul 'Saya sedikit malu karena mertua saya makan buah persik tanpa mengupasnya' diposting di komunitas online. Informan A, yang mengidentifikasi dirinya sebagai pegawai negeri, mengatakan, “Saya menginap di rumah mertua saya untuk pertama kalinya sejak saya menikah dan pergi berbulan madu,” dan menambahkan, “Ibu mertua saya membuatkan saya sarapan dan menyajikan buah persik untuk pencuci mulut di pagi hari, tetapi saya makan buah persik tanpa mengupasnya.” “Saya sedikit malu karena mereka memberikannya kepada saya dalam kondisi seperti itu,” kata Pak A. “Di rumah kami, ibu saya selalu mengupas kulitnya dan memotongnya menjadi beberapa bagian agar mudah dimakan,” dan menambahkan, “Tentu saja ibu mertua saya tidak melakukan itu dengan sengaja, dan saya memahami bahwa setiap keluarga memiliki metode yang berbeda.” Dia kemudian mengeluh, “Tetapi sekarang setelah aku menikah, aku bisa merasakan tingkat kekeluargaan bahkan dalam kebiasaan gaya hidup yang terkecil sekalipun,” dan “Apakah menantu perempuan harus menanggung semua perbedaan dalam kebiasaan gaya hidup ini setelah menikah?” Netizen bereaksi negatif dengan mengatakan, “Siapapun yang perlu bergerak bisa bergerak,” “Apa hubungannya kulit persik dengan levelnya?”, dan “Kamu bisa makan apapun yang kamu suka.”