Dokter muda ditembak mati dalam perampokan di dekat Teen Talwar Karachi: polisi
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
KARACHI: Seorang dokter muda yang berpraktik di Jinnah Postgraduate Medical Center (JPMC) ditembak mati dalam perampokan di dekat Clifton pada hari Senin, menurut polisi.
KARACHI: Seorang dokter muda yang berpraktik di Jinnah Postgraduate Medical Center (JPMC) ditembak mati dalam perampokan di dekat Clifton pada hari Senin, menurut polisi.
Wakil Inspektur Jenderal Polisi (DIG) Selatan Syed Asad Raza mengatakan kepada Dawn bahwa insiden itu terjadi di dekat Teen Talwar, di mana seorang dokter muda, yang diidentifikasi sebagai Akash Kumar, kehilangan nyawanya.
Dia mengatakan Dr Kumar hadir di luar bank bersama ayah dan sepupunya ketika tersangka bersenjata berusaha merampok mereka.
"Saat kejadian, terjadi penembakan yang mengakibatkan dokter terluka parah. Dilaporkan bahwa satpam bank juga melepaskan tembakan sehingga terjadi baku tembak."
“Para tersangka melarikan diri dari lokasi kejadian setelah kejadian tersebut setelah menjarah sekitar Rs2,5 juta,” kata DIG Selatan.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Dr Kumar belum menikah dan telah bertugas di JPMC selama dua tahun terakhir. Jenazahnya dipindahkan dari JPMC ke kamar mayat Chhippa setelah formalitas hukum selesai.
Pejabat senior polisi menambahkan bahwa rekaman CCTV dari sekitar telah diperoleh untuk membantu mengidentifikasi para tersangka. Selain itu, koordinat rute dan tempat kejadian telah diperoleh untuk analisis geo-fencing.
DIG Raza mengatakan, dalam pemeriksaan awal, dipastikan peluru yang menyebabkan luka fatal tersebut ditembakkan oleh satpam bank yang ditangkap menyusul kejadian tersebut.
“Selubung peluru bekas dari pistol penjaga juga telah ditemukan,” katanya.
Menguraikan kejadian tersebut, DIG Raza mengatakan Dr Kumar telah menarik Rs5 juta dari bank swasta dekat Dilpasand Sweets sekitar pukul 12:30. Dia juga melakukan pembelian sebesar Rs50.000 dari sana.
Pejabat polisi lebih lanjut mengatakan bahwa dokter tersebut, bersama ayah dan sepupunya, telah melakukan perjalanan jarak dekat ketika mereka sampai di bank lain. Sekitar waktu itu, empat orang tersangka dengan dua sepeda motor yang membuntutinya menyusul korban.
Penjaga keamanan swasta yang bertugas di bank, mengira para perampok datang untuk menjarah bank, memasuki bank dan mengeluarkan pistolnya. Polisi mengatakan polisi diberitahu melalui Madadgar-15 pada waktu yang hampir bersamaan.
Saat para tersangka merampas tas berisi uang Rp 2,5 juta dari korban, mereka melepaskan dua tembakan, sementara penjaga juga melepaskan tembakan, kata Raza.
Korban terkena peluru di bagian dada dan dibawa ke rumah sakit swasta, di mana dokter menyatakan dia meninggal pada saat kedatangan.
← Kembali