Bursa Efek Pakistan (PSX) mengawali minggu ini di zona merah, dengan indeks acuan anjlok 1.600 poin selama perdagangan intraday pada hari Senin. Indeks KSE-100 kehilangan 2,215.27 poin pada 10:19 pagi, menjadi 180,026.5 poin dari penutupan sebelumnya 182,241.77 poin. Namun, indeks membalikkan sebagian penurunannya sekitar pukul 13.00, turun 1.654,19 poin dari penutupan sebelumnya. Mettis Global, sebuah portal keuangan berbasis web, mengatakan sentimen pasar masih berada di bawah tekanan setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan dalam persaingan yang semakin ketat atas kendali Selat Hormuz. Harga minyak juga melonjak lebih dari empat persen pada hari Senin karena konflik baru. Awais Ashraf, direktur penelitian AKD Securities, mengatakan sentimen investor telah berkurang di tengah meningkatnya serangan antara AS dan Iran. Berbicara kepada Dawn, dia mengatakan pertempuran tersebut telah mengurangi lalu lintas melalui Selat Hormuz ke tingkat terendah dalam lima minggu dan menimbulkan keraguan terhadap masa depan perjanjian perdamaian sementara yang ditandatangani bulan lalu. Ia mengatakan, saham-saham kelas berat memberikan kontribusi paling besar terhadap penurunan awal KSE-100 pada hari Senin, meski turun hanya pada kisaran 1–1,7 persen. “Sementara itu, sektor kilang tetap positif terhadap ekspektasi kebijakan kilang mendatang, yang diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan dan perluasan yang sangat dibutuhkan,” ujarnya. Pada hari Jumat, perburuan nilai (value-hunting) telah membantu pasar saham membalikkan penurunan tiga sesi berturut-turut di tengah meningkatnya kekhawatiran geopolitik di Timur Tengah dan dampak terhadap perekonomian global akibat gangguan pasokan minyak yang memicu tekanan inflasi di negara-negara yang bergantung pada pasokan dari Selat Hormuz.