Doa pemakaman in absensia diadakan di Karachi untuk insinyur pesawat kargo yang jatuh
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
KARACHI: Doa pemakaman in absensia untuk insinyur penerbangan Muhammad Arif Siddiqui, salah satu dari lima awak pesawat kargo yang jatuh di Laut Arab pada 7 Juli, dipanjatkan di dekat kediamannya di Gulistan-i-Jauhar pada hari Minggu.
KARACHI: Doa pemakaman in absensia untuk insinyur penerbangan Muhammad Arif Siddiqui, salah satu dari lima awak pesawat kargo yang jatuh di Laut Arab pada 7 Juli, dipanjatkan di dekat kediamannya di Gulistan-i-Jauhar pada hari Minggu.
Sebuah pesawat kargo K2 Airways Boeing 737-400, dalam perjalanan dari Sharjah ke Karachi, jatuh di Laut Arab, sekitar 300 kilometer sebelah barat Karachi. Tim penyelamat menemukan puing-puing tersebut dalam operasi pencarian di laut dalam. Lima anggota awak, termasuk dua pilot, dua insinyur, dan satu staf pendukung, berada di dalam pesawat, dan jenazah mereka masih belum ditemukan.
Pada hari Minggu, banyak orang yang melakukan salat jenazah secara in-absentia untuk Siddiqui, yang dipimpin oleh putranya, Abdul Rafay.
Adegan mengharukan terlihat saat dan setelah salat jenazah. Masyarakat menuntut pemerintah mengintensifkan upaya pencarian jenazah para korban.
Pemimpin JI mengecam ‘upaya yang tidak memadai’ untuk menemukan jenazah lima awak K2 Airways
Pimpinan Jamaat-i-Islami kota juga menghadiri pemakaman tersebut.
Berbicara kepada media, pemimpin JI Muslim Parvez mengamati bahwa kegagalan yang terus terjadi dalam menemukan jenazah korban dan kotak hitam pesawat sangat memprihatinkan.
Dia juga mengkritik apa yang disebutnya sebagai upaya pemerintah yang tidak memadai untuk mencari mayat di laut setelah kecelakaan itu.
“Hilangnya pesawat secara tiba-tiba dari radar merupakan tragedi besar yang memerlukan penyelidikan komprehensif, transparan, dan tidak memihak,” ujarnya.
Dia mendesak pihak berwenang untuk memastikan penyelidikan independen atas kecelakaan tersebut dan memanfaatkan semua sumber daya yang tersedia untuk menemukan korban dan memulihkan perekam data penerbangan, sehingga keluarga yang terkena dampak dapat menerima kejelasan dan kepastian mengenai orang yang mereka cintai.
Diterbitkan di Fajar, 13 Juli 2026
← Kembali