Polisi menangkap tiga penerbit di Jammu dan Noida karena buku-buku kontroversial. Buku-buku ini, yang mengagung-agungkan kelompok separatis, disuplai ke perpustakaan sekolah negeri. Para pejabat memberhentikan staf departemen pendidikan dan memerintahkan penyelidikan atas masalah tersebut. Sub-komite telah memilih judul-judulnya, namun kedua buku ini kemudian ditandai. Investigasi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana buku-buku tersebut sampai ke sekolah meskipun telah dilakukan pengawasan ketat.