Omar Abdullah mengkritik BJP karena berulang kali menjanjikan status negara bagian Jammu dan Kashmir. Dia menuduh partai tersebut mengeksploitasi perpecahan untuk mendapatkan kekuasaan di berbagai negara bagian di India. Abdullah menyatakan memulihkan status kenegaraan adalah sebuah komitmen, bukan bantuan kepada rakyat. Dia menantang kandidat BJP mana pun untuk menolak janji pemulihan status kenegaraan selama pemilu. Pemimpin Konferensi Nasional menyoroti ingatan selektif BJP mengenai janji pemilu.