Farooq Abdullah mengundang politisi untuk melakukan protes menuntut pemulihan status negara bagian Jammu dan Kashmir. Mirwaiz Umar Farooq menyarankan perluasan agenda protes untuk penyelesaian politik. BJP menolak undangan tersebut, mengkritik tindakan Konferensi Nasional di masa lalu. Munas masih menunggu izin rencana aksi unjuk rasa tersebut. Reaksi politik menyoroti perpecahan mengenai masa depan kawasan.