Pakistan menjamin UE memenuhi kewajibannya berdasarkan kerangka GSP+
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
• Tarar memberikan pengarahan kepada delegasi Eropa mengenai reformasi hukum dan kelembagaan • Menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga hak asasi manusia sekaligus memastikan penerapan langkah-langkah kontraterorisme secara ketat ISLAMABAD: Menteri Federal Hukum dan Hak Asasi Manusia Azam Nazeer Tarar pada hari Kamis menegaskan kembali komitmen Pakistan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan kerangka GSP+ Uni Eropa dan memajukan hak asasi manusia dalam pertemuan dengan delegasi Uni Eropa dan duta besar negara-negara Eropa.
• Tarar memberikan pengarahan kepada delegasi Eropa mengenai reformasi hukum dan kelembagaan
• Menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga hak asasi manusia sekaligus memastikan penerapan langkah-langkah kontraterorisme secara ketat
ISLAMABAD: Menteri Federal Hukum dan Hak Asasi Manusia Azam Nazeer Tarar pada hari Kamis menegaskan kembali komitmen Pakistan untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan kerangka GSP+ Uni Eropa dan memajukan hak asasi manusia dalam pertemuan dengan delegasi Uni Eropa dan duta besar negara-negara Eropa.
Delegasi tersebut, dipimpin oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Pakistan Raimundas Karoblis, mengadakan diskusi dengan menteri mengenai hubungan Pakistan-UE, kerangka GSP+, hak asasi manusia, supremasi hukum dan bidang kerja sama timbal balik.
Delegasi UE terdiri dari duta besar Swedia, Norwegia, Perancis, Belanda dan Republik Ceko, serta kuasa usaha Irlandia, komisaris tinggi Kanada, dan pejabat senior Komisi Tinggi Kanada.
Menurut pernyataan resmi, kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai kemajuan Pakistan dalam memenuhi komitmen hak asasi manusia dan menegaskan kembali pentingnya keterlibatan yang berkelanjutan untuk lebih memperkuat kemitraan antara Pakistan dan Uni Eropa.
Para diplomat yang berkunjung mengapresiasi inisiatif Pakistan baru-baru ini di bidang hak asasi manusia, khususnya pembentukan Komisi Nasional untuk Minoritas dan pemberlakuan Undang-Undang Perlindungan Jurnalis dan Profesional Media. Mereka juga membahas kemajuan dalam isu-isu yang berkaitan dengan moratorium hukuman mati dan kewajiban hak asasi manusia Pakistan yang lebih luas.
Dalam pertemuan tersebut, Tarar memberikan penjelasan kepada delegasi mengenai reformasi hukum dan kelembagaan yang sedang dilakukan pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat perlindungan hak-hak dasar, meningkatkan akses terhadap keadilan dan memperkuat supremasi hukum.
Menteri mengatakan pemerintah berkomitmen untuk menjaga hak asasi manusia sambil memastikan bahwa tindakan kontraterorisme dilaksanakan secara ketat sesuai dengan Konstitusi dan undang-undang.
Dia mengatakan bahwa reformasi hukum di negara ini sedang diupayakan untuk memperkuat lembaga-lembaga demokrasi dan meningkatkan sistem peradilan.
Tarar juga meyakinkan tim UE bahwa Pakistan akan melanjutkan keterlibatan dan kerja sama konstruktifnya dengan UE dalam bidang hak asasi manusia, reformasi hukum, dan implementasi komitmen di bawah kerangka GSP+.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan kedua belah pihak menyatakan kepuasan atas dialog yang sedang berlangsung dan menegaskan kembali komitmen mereka untuk memperdalam kerja sama dan mempertahankan keterlibatan rutin untuk mencapai tujuan bersama.
Diterbitkan di Fajar, 10 Juli 2026
← Kembali