Partai Demokrat Korea, menjelang konvensi nasional tanggal 17 Agustus, menyerukan seruan kepada generasi muda setiap hari. Rencana reformasi terus mengalir, termasuk pembentukan organisasi khusus pemuda dan kebangkitan kembali anggota dewan tertinggi pemuda, yang berpusat pada calon presiden dan pimpinan partai berikutnya. Ketika generasi 2030 dipastikan meninggalkan tanah air tanpa memandang gender pada pemilukada 3 Juni, kekhawatiran terhadap pemilu yang akan berlangsung kurang dari dua tahun lagi semakin kencang. Di dalam partai, “Masa depan adalah milik partai yang diabaikan oleh generasi 2030.”