Selama kekacauan pascaperang, ``anak yatim piatu Tiongkok'' ditinggalkan di Tiongkok dan dibesarkan oleh orang tua angkat. Bahkan setelah kembali ke tanah air, ia terus berjuang dengan kendala bahasa dan budaya, dan seperti apa kehidupannya saat ini menjelang usia tuanya?