Konsulat AS di Lahore dan Karachi akan melanjutkan layanan konsuler reguler mulai 20 Juli 2026, kata Kedutaan Besar AS di Islamabad dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu. Konsulat tersebut akan memberikan layanan kepada warga AS serta memproses permohonan visa non-imigran. Layanan konsuler AS di Lahore dan Karachi ditangguhkan pada bulan Maret setelah protes berubah menjadi mematikan pada awal perang AS-Israel dengan Iran. Pada tanggal 1 Maret, 10 orang tewas di Karachi ketika pengunjuk rasa bentrok dengan aparat penegak hukum di dekat Konsulat AS di Jalan Mai Kolachi. Personel penegak hukum menggunakan gas air mata dan pentungan untuk mengendalikan situasi, dan Marinir AS dilaporkan menembaki para pengunjuk rasa. Protes terhadap serangan terhadap Iran juga terjadi di Islamabad, di mana setidaknya dua pengunjuk rasa tewas dan lebih dari 30 orang terluka dalam bentrokan dengan aparat penegak hukum di dekat Kantong Diplomatik. Menyusul protes tersebut, pada tanggal 4 Maret, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan personel non-darurat dari konsulat AS di Karachi dan Lahore serta keluarga mereka untuk meninggalkan Pakistan karena masalah keamanan. Pada bulan Mei, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penutupan bertahap konsulatnya di Peshawar, dan menyatakan akan mengalihkan operasi ke kedutaan di Islamabad. “Langkah ini telah dipertimbangkan selama lebih dari setahun sejak pemerintahan Trump mulai mengurangi hampir semua lembaga federal dan tidak ada hubungannya dengan perang Iran,” kata The Independent saat itu.