Wanita melemparkan asam pada pria di Kasur
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
KASUR: Seorang wanita diduga menyiramkan cairan asam ke seorang pria karena pengkhianatan pada hari Selasa di dekat desa Rangpur, di dalam batas kantor polisi Saddar.
KASUR: Seorang wanita diduga menyiramkan cairan asam ke seorang pria karena pengkhianatan pada hari Selasa di dekat desa Rangpur, di dalam batas kantor polisi Saddar.
Polisi menyatakan bahwa tersangka Rimsha Bibi menelepon Ehsan dan memintanya untuk membawanya ke desa Rangpur dengan sepedanya. Di sana, dia diduga mengeluarkan botol dari dompetnya dan menyiramkan asam ke tubuhnya di tempat yang sepi.
Terdakwa, kemudian, melarikan diri dari TKP, klaim polisi.
Polisi mengatakan wanita yang dituduh telah bercerai dua bulan setelah pernikahannya dan saat ini bekerja di sebuah department store.
Polisi mengatakan Ehsan dari Kot Molvi Abdul Qadir sebelumnya telah menceraikan tiga wanita dan ingin menikahi Rimsha Bibi.
Polisi mengatakan Rimsha Bibi tidak mengetahui pernikahan korban sebelumnya dan terkejut ketika mengetahui fakta tersebut dan memutuskan untuk membalas dendam.
Polisi memindahkan pria yang terluka itu ke Rumah Sakit DHQ dan kemudian dia dirujuk ke Lahore.
Polisi menyatakan bahwa asam yang diencerkan menyebabkan luka ringan.
Polisi mengajukan kasus terhadap Rimsha Bibi dan sedang menyelidiki masalah tersebut.
UPAYA BUNUH DIRI: Seorang wanita bersama dua anaknya yang masih kecil diduga mencoba bunuh diri dengan melompat ke kanal karena masalah rumah tangga pada hari Selasa di Kanal Jamber, di dalam batas kantor Polisi Phoolnagar.
Rinciannya, Mehwish Bibi (29) tinggal bersama suami keduanya Amjad Ali setelah bercerai dengan suami pertamanya Yasin. Ali sempat menolak menampung kedua anaknya Aziz (8) dan Azan (4) dari pernikahan sebelumnya. Atas hal tersebut, ia diduga mencoba terjun ke Kanal Jumber bersama kedua anaknya setelah berselisih paham dengan Ali pada Selasa.
Beberapa orang yang lewat menghentikan Mehwish untuk melompat ketika mereka melihat ketiganya di kanal. Kemudian, penduduk setempat menelepon Rescue 1122 dan membawa mereka ke kantor Rescue. Atas permintaan wanita tersebut, petugas penyelamat menelepon Yasin, suami pertamanya, dan menyerahkan anak-anak tersebut kepadanya.
Polisi setempat sedang menyelidiki masalah ini.
Diterbitkan di Fajar, 8 Juli 2026
← Kembali