UEFA mengecam keputusan Balogun yang 'belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan' oleh FIFA
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Badan sepak bola Eropa, UEFA, mengecam keputusan FIFA untuk menangguhkan larangan kartu merah terhadap striker AS Folarin Balogun di Piala Dunia, setelah Presiden Amerika Donald Trump menelepon FIFA untuk memintanya meninjau kembali kasus tersebut, dengan mengatakan bahwa badan sepak bola dunia tersebut telah “melewati garis merah” dan merusak integritas permainan.
Badan sepak bola Eropa, UEFA, mengecam keputusan FIFA untuk menangguhkan larangan kartu merah terhadap striker AS Folarin Balogun di Piala Dunia, setelah Presiden Amerika Donald Trump menelepon FIFA untuk memintanya meninjau kembali kasus tersebut, dengan mengatakan bahwa badan sepak bola dunia tersebut telah “melewati garis merah” dan merusak integritas permainan.
“Kami menyatakan ketidakpercayaan kami terhadap keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan ini,” kata UEFA dalam sebuah pernyataan pada Senin. “Ketika kepastian peraturan tidak lagi dijamin oleh para penjaganya, maka integritas permainan dipertaruhkan, dan kredibilitas sebuah kompetisi dirusak.”
Reuters telah menghubungi FIFA untuk memberikan komentar.
Balogun, yang telah mencetak tiga gol untuk AS di turnamen tersebut, dikeluarkan dari lapangan setelah tinjauan VAR karena menyeret sepatunya ke belakang kaki bek Tarik Muharemovic dan ke kakinya saat mereka menang atas Bosnia di babak 32 besar.
Trump telah meminta presiden FIFA Gianni Infantino untuk meninjau ulang kartu merah Balogun, yang secara otomatis akan menskors pemain tersebut dari pertandingan babak 16 besar hari Senin melawan Belgia.
FIFA menangguhkan penerapan larangan tersebut untuk masa percobaan satu tahun, namun tanpa membatalkan kartu merah.
Langkah menakjubkan ini telah mendorong proses disipliner FIFA menjadi sorotan dan memicu kemarahan dari Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA), yang mengatakan mereka “terkejut” dengan keputusan FIFA.
The Athletic melaporkan bahwa RBFA telah menulis surat kepada FIFA untuk mengajukan banding atas masalah tersebut.
← Kembali