PM, presiden memberi penghormatan kepada petugas PAF yang mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan perempuan dari dugaan penculikan
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari pada hari Senin memberikan penghormatan kepada Kapten Grup Angkatan Udara Pakistan (PAF) Asim Tariq, yang kehilangan nyawanya ketika mencoba menyelamatkan seorang wanita dari dugaan upaya penculikan.
Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Presiden Asif Ali Zardari pada hari Senin memberikan penghormatan kepada Kapten Grup Angkatan Udara Pakistan (PAF) Asim Tariq, yang kehilangan nyawanya ketika mencoba menyelamatkan seorang wanita dari dugaan upaya penculikan.
Perdana menteri mengatakan bahwa kapten kelompok tersebut menyerahkan nyawanya untuk “melindungi kehidupan dan martabat seorang wanita, memberikan contoh keberanian dan pengabdian pada tugas yang tak tertandingi”, lapor stasiun televisi pemerintah PTV.
“Bangsa ini akan selalu menghormati dan menghargai pengorbanan anak-anak pemberani tersebut,” kata PM Shehbaz. Dia mengarahkan pihak berwenang terkait untuk melakukan penyelidikan lengkap dan transparan atas insiden tersebut dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan dan dihukum secara tegas sesuai dengan hukum.
Sementara itu, dalam pernyataan yang dikeluarkan Kepresidenan, Presiden Zardari mengatakan bahwa mengorbankan nyawa untuk melindungi perempuan yang tidak bersalah adalah contoh nilai kemanusiaan dan pengabdian tertinggi kepada bangsa.
Presiden Zardari menambahkan bahwa insiden yang terjadi di jalan utama di Islamabad merupakan masalah yang sangat memprihatinkan, dan menekankan perlunya memastikan pencegahan menyeluruh terhadap insiden serupa di masa depan.
Baik presiden maupun perdana menteri juga menyampaikan belasungkawa mereka kepada keluarga perwira yang gugur tersebut.
Ketua Majelis Nasional Ayaz Sadiq juga mengatakan bahwa dia sangat berduka atas kemartiran perwira PAF tersebut, dan mengatakan bahwa dia menunjukkan “keberanian yang luar biasa, pengabdian tanpa pamrih, dan tradisi pelayanan tertinggi dengan mengorbankan nyawanya sendiri untuk menyelamatkan martabat dan nyawa seorang wanita yang tidak bersalah”.
Sadiq mengatakan bahwa pengorbanan sang perwira mencerminkan nilai-nilai terbaik dari keberanian dan kemanusiaan, seraya menambahkan bahwa keberaniannya “akan tetap menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang”.
Menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, Sadiq mengatakan, “Seluruh bangsa turut berduka dan berdiri dalam solidaritas dengan mereka selama masa sulit ini.”
Insiden tersebut terjadi di wilayah hukum kantor polisi Margalla, dekat Universitas Air dan di seberang Universitas Bahria.
Rinciannya, Kapten Rombongan Asim Tariq sedang dalam perjalanan menuju Rawalpindi untuk tugas resmi. Saat ia lewat, ia melihat pria tersebut dengan paksa menarik seorang wanita ke arah sepedanya. Petugas itu memutar balik dan berhenti di dekat sepeda.
Saat dia turun tangan, wanita itu mendekati kendaraannya, seolah-olah demi keselamatan. Polisi mengatakan tersangka mula-mula berdebat dengan petugas PAF dan kemudian melepaskan tembakan ke arahnya.
Dalam jumpa pers Minggu malam, Irjen Polisi (IGP) Islamabad Ali Nasir Rizvi mengatakan tersangka ditangkap dalam waktu sembilan jam setelah kejadian.
Dia mengatakan wanita tersebut dan tersangka bekerja di kasir dan membawa barang di G-6 dan dia kadang-kadang menjemput dan menurunkannya. Setelah menjemputnya pada hari Minggu, tersangka ingin membawa wanita tersebut ke taman atau tempat lain. Wanita itu menolak, menuntunnya menghentikan sepeda motor di 9th Avenue.
← Kembali