Pihak berwenang telah mengeluarkan pemberitahuan tegas kepada Telegram, menuntut tindakan proaktif terhadap maraknya peredaran film dan acara bajakan. Pemerintah menegaskan bahwa aplikasi perpesanan harus melampaui penghapusan saluran individual dan menerapkan sistem yang kuat untuk mendeteksi dan menghapus konten yang melanggar. Langkah ini mengikuti kekhawatiran sebelumnya mengenai penggunaan Telegram untuk aktivitas ilegal, termasuk penipuan dan distribusi materi berbahaya. Laporan tindakan diharapkan akan dikeluarkan dalam waktu lima belas hari.