Tiga hari menandai lima tahun sejak aliran puing berskala besar yang menewaskan 28 orang di Kota Atami, Prefektur Shizuoka. Di daerah yang terkena bencana, proyek rekonstruksi seperti perbaikan sungai dan jalan telah tertunda selama dua tahun dari rencana awal, dan beberapa penduduk masih tinggal di pengungsian, sehingga pembangunan kembali wilayah tersebut menjadi sebuah masalah.