Pemberontak separatis di Papua mengklaim telah membunuh seorang pilot Amerika dan membakar sebuah pesawat sipil, dan menuduh pesawat tersebut mengangkut personel militer Indonesia. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat menyatakan serangan itu merupakan pesan kepada pemerintah AS dan Indonesia. Pihak berwenang mengkonfirmasi pesawat itu ditemukan terbakar tetapi tidak dapat segera memverifikasi klaim pemberontak atau kematian pilotnya. Insiden ini meningkatkan pemberontakan tingkat rendah yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.