Pakistan, Arab Saudi menandatangani perjanjian untuk pembangunan stadion kriket di Jeddah
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Dewan Kriket Pakistan (PCB) mengatakan pada hari Kamis bahwa perjanjian telah ditandatangani dengan Arab Saudi untuk pembangunan stadion kriket modern di Jeddah.
Dewan Kriket Pakistan (PCB) mengatakan pada hari Kamis bahwa perjanjian telah ditandatangani dengan Arab Saudi untuk pembangunan stadion kriket modern di Jeddah.
Dalam postingan di X, dewan kriket mengatakan perjanjian tersebut ditandatangani oleh Ketua PCB Mohsin Naqvi dan ketua Federasi Kriket Arab Saudi (SACF) Pangeran Saud bin Mishal bin Mohammad Al Saud. Naqvi saat ini berada di Arab Saudi untuk kunjungan resmi.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, perjanjian strategis telah ditandatangani antara PCB dan SACF untuk pembangunan stadion kriket modern di Jeddah,” ujarnya.
"PCB akan membangun stadion kriket sesuai standar internasional dan dengan fasilitas canggih. Semua fasilitas akan sesuai dengan standar Dewan Kriket Internasional (ICC)," kata pernyataan itu.
Lebih lanjut dikatakan bahwa kedua dewan akan bersama-sama bekerja pada pembangunan infrastruktur, keahlian teknis, perencanaan stadion dan standar operasional.
Dikatakan bahwa proyek ini akan memainkan peran penting dalam memungkinkan Arab Saudi menjadi tuan rumah pertandingan kriket internasional dan acara-acara besar, dan menambahkan bahwa proyek tersebut juga akan mendukung tujuan-tujuan di bawah visi negara Teluk pada tahun 2030.
“Proyek ini merupakan tonggak sejarah promosi kriket di Arab Saudi,” kata Naqvi.
“Kemitraan ini akan menyatukan komunitas kriket dan menjadi warisan abadi,” katanya.
Sementara itu, Naqvi juga bertemu dengan rekannya dari Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Saud, lapor PTV yang dikelola pemerintah.
Kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk lebih memperkuat kerja sama keamanan antara kedua negara, dan menambahkan bahwa nota kesepahaman mengenai kerja sama keamanan telah ditandatangani antara kedua negara.
Perjanjian tersebut mencerminkan kerja sama strategis yang kuat dan ikatan persaudaraan yang mendalam antara kedua negara, tambah laporan itu.
Menurut PTV News, Naqvi juga mengunjungi Pusat Operasi Keamanan Terpadu (911) di Riyadh, di mana ia menilai “sistem komunikasi untuk lembaga keamanan dan teknologi modern”.
← Kembali