Harga minyak naik 3,2% di bulan Juni, tertinggi dalam 30 bulan... Harga minyak melonjak sebesar 24,7% karena perang di Timur Tengah
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Bulan lalu, tingkat inflasi harga konsumen mencapai 3,2%, tertinggi dalam dua tahun enam bulan sejak Desember 2023.
Bulan lalu, tingkat inflasi harga konsumen mencapai 3,2%, tertinggi dalam dua tahun enam bulan sejak Desember 2023. Pasca perang di Timur Tengah, harga produk minyak bumi melonjak 24,7%, dan kenaikan harga produk pertanian, peternakan, dan perikanan juga meningkat sehingga menyebabkan tingkat inflasi di kisaran 3% selama dua bulan berturut-turut. Menurut 'Tren Harga Konsumen Juni 2026' yang diumumkan Badan Data Nasional pada tanggal 2, indeks harga konsumen bulan lalu adalah 119,99 (2020 = 100), naik 3,2% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Dibandingkan Mei lalu (3,1%). Meningkat sebesar 0,1 poin persentase (p) dan merupakan yang tertinggi dalam 2 tahun 6 bulan sejak Desember 2023 (0,0%). Peningkatan ini terus meningkat sejak pecahnya perang Timur Tengah pada akhir Februari. Mengikuti 2,2% di bulan Maret, 2,6% di bulan April, dan 3,1% di bulan Mei, tingkat kenaikan berada di kisaran 3% hingga bulan lalu. Harga minyak bumi melonjak 24,7%, menjadi faktor utama kenaikan harga di kisaran 3% selama dua bulan berturut-turut. Bensin naik sebesar 23,1% dan solar naik sebesar 33,7%, meningkatkan harga produk minyak bumi secara keseluruhan sebesar 0,93%p.
← Kembali