Polisi Lahore mencatat pemilik pusat pendidikan dan kontraktor setelah atap runtuh merenggut 14 nyawa
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
LAHORE: Polisi telah mendaftarkan kasus terhadap kontraktor dan pemilik pusat pendidikan, yang atapnya runtuh pada hari Selasa, mengakibatkan kematian 14 anak.
LAHORE: Polisi telah mendaftarkan kasus terhadap kontraktor dan pemilik pusat pendidikan, yang atapnya runtuh pada hari Selasa, mengakibatkan kematian 14 anak.
Wakil Irjen (DIG) Operasi Faisal Kamran pun membenarkan kepada Fajar bahwa pemilik dan kontraktor masuk nominasi dalam laporan informasi pertama (FIR).
FIR, yang salinannya tersedia di Dawn, telah didaftarkan pada hari Selasa berdasarkan Bagian 322 (pembunuhan tidak disengaja) dan 337-H (hukuman untuk cedera karena tindakan gegabah atau kelalaian) dari KUHP Pakistan (PPC).
Itu didaftarkan di kantor polisi Kahna atas pengaduan pejabat Lahore Metropolitan Corporation, Kashif Aslam.
Pelapor mengatakan kepada polisi bahwa dia tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 17:15, di mana anak-anak terkubur di bawah reruntuhan setelah atap tempat bimbingan belajar swasta runtuh.
Setelah tim penyelamat dipanggil, 14 anak ditemukan tewas dan enam lainnya luka-luka, FIR mengutip pernyataannya.
Menurut FIR, pusat pendidikan tersebut dijalankan di sebuah rumah milik individu yang diidentifikasi sebagai Rehan, Faizan, Usman dan Umar.
FIR mengatakan istri Rehan sedang mengajar siswa di salah satu ruangan pusat dan juga terluka dalam insiden tersebut. Sementara itu, Rehan, Usman dan Umar, serta seorang kontraktor bernama Umair, sedang memasang tanah pada atap bangunan yang kondisinya sudah bobrok, tambahnya.
“Akibat kelalaian mereka dan beban tambahan, atap ruangan ambruk,” kata FIR.
Pada hari Selasa, polisi Lahore mengatakan dua orang, termasuk pemilik properti, telah ditahan sebagai bagian dari penyelidikan awal. Mereka mengatakan bukti-bukti sedang dikumpulkan dan tindakan tegas akan diambil terhadap mereka yang dinyatakan bersalah karena kelalaian.
Operasi DIG Faisal Kamran mengatakan kontraktor yang membangun rumah itu termasuk di antara mereka yang ditahan.
Sementara itu, Ketua Menteri Punjab Maryam Nawaz mengarahkan polisi dan otoritas pemerintah distrik untuk menentukan peran orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas runtuhnya atap dan kematian yang diakibatkannya dalam proses pidana.
← Kembali