PPP dan JUI-F mengumumkan bahwa mereka akan bersama-sama mengikuti pemilu AJK mendatang
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
ISLAMABAD: PPP dan Jamiat Ulema-i-Islam (JUI-F) pada hari Selasa memutuskan untuk bersama-sama mengikuti pemilihan umum yang akan datang di Azad Jammu dan Kashmir (AJK).
ISLAMABAD: PPP dan Jamiat Ulema-i-Islam (JUI-F) pada hari Selasa memutuskan untuk bersama-sama mengikuti pemilihan umum yang akan datang di Azad Jammu dan Kashmir (AJK).
Awal bulan ini, KPU AJK mengumumkan pemilihan umum di seluruh wilayah akan dilaksanakan pada 27 Juli. Pilkada terakhir di wilayah tersebut dilaksanakan pada Juli 2021.
Kedua partai politik tersebut mengumumkan keputusan tersebut setelah Ketua PPP Bilawal Bhutto-Zardari mengunjungi Ketua JUI-F Maulana Fazlur Rehman di kediamannya di Islamabad dan kemudian mengadakan pembicaraan media.
Berbicara kepada media, Bilawal secara resmi mengumumkan aliansi elektoral antara kedua partai.
“Aliansi ini menandai babak baru dalam kerja sama politik kedua partai,” katanya.
Ia menegaskan, permasalahan AJK harus diselesaikan melalui cara damai dan demokratis.
“Kekhawatiran sah masyarakat Kashmir harus diatasi melalui parlemen dan proses pemilu, bukan melalui kerusuhan di jalanan,” kata ketua PPP tersebut.
Expressing gratitude to the JUI-F chief, Bilawal said he had always had the opportunity to learn from the Fazl’s experience, praising his constructive role during difficult times.
Ketua PPP mengatakan bahwa jika ketua JUI-F, meski duduk di oposisi, bersedia memainkan peran positif bagi negara, maka pemerintah dan departemen keuangan juga siap untuk melibatkannya dalam dialog.
Bilawal mengatakan jadwal pemilu AJK telah diumumkan dan menekankan bahwa pemilu harus berlangsung “damai, transparan, dan bebas” dari segala kontroversi sehingga masalah yang dihadapi masyarakat Kashmir dapat diatasi secara efektif.
Beliau mengatakan bahwa alih-alih melakukan long march, pemogokan dan protes, isu-isu politik harus diangkat dan diselesaikan melalui lembaga-lembaga demokratis.
Bilawal menyatakan keinginannya melihat PPP dan JUI-F membentuk pemerintahan koalisi di Balochistan, Sindh dan AJK di masa depan.
“Saya meminta Ketua JUI-F berkonsultasi dengan partainya agar kedua partai bisa bekerja sama jika aliansi memungkinkan,” kata Ketua PPP itu.
Keturunan Bhutto ini menambahkan, penyelesaian krisis yang terjadi di AJK memerlukan upaya bersama antara pemerintah federal, pemerintah AJK, dan seluruh partai politik.
Ketika berbicara kepada para pengunjuk rasa di AJK, Bilawal mendesak mereka untuk tetap damai dan menahan diri untuk tidak mengambil tindakan sendiri, menekankan bahwa solusi jangka panjang terletak pada parlemen dan proses pemilu yang demokratis, bukan pada jalanan.
Sementara itu, pimpinan JUI-F menyambut baik ajakan Bilawal untuk bergabung dalam aliansi pemilu AJK.
“Kunjungan Bilawal (ke kediamannya) merupakan perkembangan yang baik,” ujarnya.
Saat ditanya apakah mereka mendukung kursi pengungsi di Majelis AJK, Fazl mengatakan persoalan itu bisa diselesaikan melalui dialog.
“Senjata dan pentungan bukanlah solusi terhadap masalah apa pun, melainkan dialog,” tambahnya.
Pada hari Minggu, PPP mengumumkan kandidat untuk 35 dari 45 kursi Majelis AJK, sementara menahan keputusan di delapan daerah pemilihan dan mengalokasikan dua kursi untuk sekutu elektoralnya – JUI-F.
← Kembali