Pemimpin oposisi di Senat mengajukan mosi hak istimewa terhadap Bhara Kahu SHO atas perilaku 'tidak sopan'
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Pemimpin Oposisi Senat Allama Raja Nasir Abbas pada hari Selasa mengajukan mosi istimewa di majelis tinggi Parlemen terhadap petugas kantor pos (SHO) dari kantor polisi Bhara Kahu di Islamabad atas perilakunya yang “kasar dan tidak sopan”.
Pemimpin Oposisi Senat Allama Raja Nasir Abbas pada hari Selasa mengajukan mosi istimewa di majelis tinggi Parlemen terhadap petugas kantor pos (SHO) dari kantor polisi Bhara Kahu di Islamabad atas perilakunya yang “kasar dan tidak sopan”.
Mosi hak istimewa tersebut muncul setelah delegasi pemimpin oposisi, termasuk Abbas, dihentikan oleh polisi Islamabad saat melakukan perjalanan ke Azad Jammu dan Kashmir (AJK) pada hari Senin. Delegasi tersebut, yang dipimpin oleh Pemimpin Oposisi Majelis Nasional Mehmood Khan Achakzai dan termasuk mantan perdana menteri Shahid Khaqan Abbasi dan mantan senator Mustafa Nawaz Khokhar, berencana untuk menyatakan solidaritasnya dengan para pengunjuk rasa yang berpartisipasi dalam aksi duduk di Rawalakot.
Khokhar menuduh Raja Nasir Abbas juga dilarang mencapai kediamannya di Bhara Kahu dan terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki setelah pihak berwenang mencegah kendaraannya melanjutkan perjalanan.
Dalam mosi hak istimewa, salinannya tersedia bersama Dawn, Abbas mengatakan bahwa Sub-inspektur (SI) Naeemul Hassan, Bhara Kahu SHO, menghentikannya melakukan perjalanan ke kediamannya di sebuah pos pemeriksaan.
Dia mengatakan bahwa para petugas, didampingi oleh sejumlah besar personel polisi, “mendekati kendaraan saya dan, dengan cara yang kasar dan tidak sopan, mengarahkan saya agar saya tidak melanjutkan perjalanan”.
Ia mengatakan bahwa ia memperkenalkan diri dan tujuannya untuk melanjutkan perjalanan, seraya menambahkan bahwa kediamannya terletak sekitar 2 km dari pos pemeriksaan.
"Meski begitu, SHO tidak mengindahkan penjelasan saya dan tidak memberikan rasa hormat kepada anggota DPR. Sebaliknya, dia terus bersikap menghina dan tidak sopan," ujarnya.
"Perilaku SI Naeemul Hassan dan personel polisi yang mendampinginya merupakan penghalang dalam menjalankan tugas saya dan tindakan yang sangat tidak menghormati anggota Senat. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak istimewa DPR dan anggotanya," tegas Abbas.
Pemimpin oposisi di Senat telah meminta agar masalah ini dirujuk ke Komite Hak Istimewa dan tindakan hukum dan disipliner harus diambil terhadap pejabat polisi tersebut.
← Kembali