“Kami akan kembali mengkritik manajemen personalia Presiden Lee karena kegagalan tim sepak bola nasional.”
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Partai Kekuatan Rakyat mengkritik masalah personel pemerintahan Lee Jae-myung setelah kegagalan tim sepak bola nasional Korea melaju ke babak 32 besar Piala Dunia.
Partai Kekuatan Rakyat mengkritik masalah personel pemerintahan Lee Jae-myung setelah kegagalan tim sepak bola nasional Korea melaju ke babak 32 besar Piala Dunia. Anggota parlemen Partai Kekuatan Rakyat Kim Seung-soo mengatakan pada pertemuan denah Partai Kekuatan Rakyat yang diadakan pada tanggal 30, "Tim sepak bola nasional Korea menunjukkan kinerja yang buruk dan gagal melaju ke babak 32 besar." Menanggapi hal ini, Presiden Lee Jae-myung berkata, "Pada akhirnya, sekali lagi terbukti bahwa personel itu penting. Saya lebih menekankan sisi saya daripada kemampuan dan mempekerjakan orang-orang yang tidak kompeten." “Kalau terpilih menjadi panglima, hasilnya akan seperti api,” ujarnya. Perwakilan Kim berkata mengenai hal ini, “Apakah ini kritik terhadap diri sendiri?” dan “Apakah aku bisa melihat debu di mata orang lain, tapi balok di mataku sendiri tidak bisa melihat?” Ucapan Presiden Lee yang menyinggung persoalan penunjukan pelatih timnas setelah timnas tersingkir sebenarnya adalah masalah kepegawaian pemerintahan saat ini. Dia berkata, “Presiden Lee terus mencurahkan orang-orang yang berada di pihaknya dibandingkan kemampuannya dalam hal personel di dunia budaya dan seni,” dan menyebutkan rumor penunjukannya sebagai direktur Institut Kebudayaan dan Pariwisata Korea, perwakilan Teater Jeongdong Nasional, dan direktur Balet Nasional. Ia melanjutkan, “Memilih orang yang tidak kompeten sebagai komandan akan menimbulkan kekecewaan yang mendalam bagi masyarakat.”
← Kembali