Bae Jae-go, yang berteriak 'Kita harus pergi ke Starbucks' di tim bisbol Gwangju, meminta maaf atas perilakunya yang tidak pantas… Kantor Pendidikan Kota, Tinjauan Investigasi
⚡ ⚡ Ringkasan Cepat
Sekolah Menengah Baejae, yang memicu kontroversi karena meremehkan Gerakan Demokratisasi Gwangju 18 Mei dengan meneriakkan slogan “Saya harus pergi ke Starbucks” selama turnamen bisbol sekolah menengah, telah secara resmi meminta maaf.
Sekolah Menengah Baejae, yang memicu kontroversi karena meremehkan Gerakan Demokratisasi Gwangju 18 Mei dengan meneriakkan slogan “Saya harus pergi ke Starbucks” selama turnamen bisbol sekolah menengah, telah secara resmi meminta maaf. Kantor Pendidikan Metropolitan Seoul sedang mempertimbangkan penyelidikan terhadap SMA Baejae. Sekolah Menengah Baejae memposting permintaan maaf di situs sekolahnya pada tanggal 29, dengan mengatakan, “Kami dengan tulus meminta maaf karena menyebabkan luka mendalam dan kekecewaan pada banyak orang, termasuk atlet Sekolah Menengah Gwangju Jeil, orang tua, alumni, dan warga Gwangju, karena slogan sorak-sorai yang tidak pantas dari beberapa siswa atlet.” Kontroversi muncul selama pertandingan antara SMA Baejae dan SMA Gwangju Jeil di Kejuaraan Bisbol Sekolah Menengah Nasional Blue Dragon ke-81 yang diadakan di Stadion Bisbol Mokdong di Seoul pada hari ini. Saat itu, beberapa pemain dari SMA Baejae meneriakkan “Ayo, ayo, ayo ke Starbucks” ke arah ruang istirahat lawan saat pertandingan. Hal ini dikritik sebagai slogan yang mengingatkan pada acara Starbucks Korea, yang baru-baru ini memicu kontroversi karena mendistorsi dan meremehkan Gerakan Demokratisasi Gwangju 18 Mei. Sebelumnya, Starbucks mengadakan acara penjualan tumbler pada tanggal 18 bulan lalu dan menggunakan frasa seperti 'Tank Day' dan 'Desk Tak' untuk memperingati Min 18 Mei.
← Kembali