PM Shehbaz mengatakan AS dan Iran telah menandatangani kesepakatan secara elektronik; Iran akan 'segera' membuka kembali Hormuz, AS akan 'segera' mencabut blokade
📖 Sumber artikel — 🇬🇧 InggrisPerdana Menteri Shehbaz Sharif mengatakan pada Kamis pagi bahwa 'Memorandum of Understanding' (MoU) Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran telah ditandatangani secara elektronik oleh kedua belah pihak.
"Memorandum tersebut telah ditandatangani oleh presiden terhormat kedua negara dan juga didukung oleh saya sebagai mediator. Penandatanganan perjanjian ini di tingkat tertinggi pemerintahan masing-masing menunjukkan komitmen kedua belah pihak terhadap penyelesaian konflik secara diplomatis," katanya.
Ia menambahkan bahwa MoU tersebut akan “segera diberlakukan dan sebagai langkah pertama, Republik Islam Iran akan segera membuka kembali Selat Hormuz dan Amerika Serikat akan segera mencabut blokade lautnya”.
Ia menyampaikan ucapan selamatnya kepada Presiden AS Trump, dengan mengatakan “komitmennya yang teguh terhadap diplomasi dan preferensi terhadap resolusi damai sekali lagi membantu mengakhiri konflik yang dapat menimbulkan konsekuensi yang menghancurkan bagi kawasan ini dan sekitarnya”. Dia juga memuji dedikasi dan upaya tim AS.
"Saya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang mendalam kepada Yang Mulia Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran dan Presiden Masoud Pezeshkian atas kebijaksanaan, pandangan ke depan dan kenegarawanan mereka dalam mendukung tujuan perdamaian. Saya juga ingin menghargai upaya tim perunding Iran, termasuk Mohammad Bagher Ghalibaf, Abbas Araghchi dan Eskandar Momeni, yang kesabaran, ketekunan dan komitmennya terhadap keterlibatan konstruktif sangat berperan penting dalam mewujudkan perjanjian ini,” tambahnya.
PM Shehbaz juga mengakui upaya dan keterlibatan Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Mesir.
“Saya juga ingin menyebutkan secara khusus Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, yang upayanya yang tak kenal lelah, dedikasi tanpa pamrih, dan peran penting mereka sangat penting dalam memfasilitasi terobosan ini dan memajukan perdamaian dan stabilitas regional,” katanya.
“Semoga nota kesepahaman ini menjadi landasan abadi untuk saling pengertian, saling menghormati, dan kesejahteraan bersama bagi seluruh wilayah,” ujarnya.
Lebih banyak lagi yang akan menyusul
← Kembali