Ketua Dewan Syura (Parlemen) Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum pecahnya perang Iran-AS, dan menyatakan bahwa Iran berhak mengenakan biaya sebagai imbalan atas penyediaan layanan kepada kapal yang melewati Selat tersebut.