Seorang pengemudi aplikasi tewas dalam perampokan pada Selasa (16) dini hari ini, di jalan raya BR-459, di Santa Rita do Sapucaí (MG). Korban diidentifikasi sebagai Luciano Ricardo Primao, 47 tahun, lahir di São Bernardo do Campo (SP) dan berdomisili di kotamadya. 📲 Ikuti halaman g1 Sul de Minas di Instagram Menurut Polisi Militer, kejadian tersebut terekam sekitar pukul 02.30, setelah seorang pegawai pemegang konsesi yang bertanggung jawab di tol BR-459 menelepon 190 ketika dia melihat sebuah Volkswagen Polo putih diparkir di pinggir jalan raya dengan lampu hazard menyala. Pengemudi aplikasi terbunuh dalam perampokan di BR-459, di Santa Rita do Sapucaí (MG) Jejaring sosial Setibanya di lokasi kejadian, pihak militer menemukan bahwa kendaraan tersebut milik perusahaan transportasi aplikasi. Pintu mobil terbuka dan tidak ada penumpangnya. Selama penggeledahan di dekatnya, Luciano ditemukan tergeletak di seberang jalan raya, tanpa tanda-tanda vital. Ia mengalami luka bolong di bagian dada, rupanya akibat benda tajam. Dari pemeriksaan awal, kendaraan tersebut melewati area tol sekitar pukul 23.50. Survei yang dilakukan PM menunjukkan bahwa pengemudi sedang membawa dua penumpang di kursi belakang pada saat kejahatan terjadi. Menurut laporan yang dikumpulkan pihak militer, salah satu tersangka adalah seorang pemuda berkulit putih, rambut dicukur dan memakai rantai perak tebal. Yang kedua adalah seorang pemuda berkulit hitam yang mengenakan topi putih dengan pinggiran hitam. Keduanya tampak berusia sekitar 20 tahun. Lucas Soares membawakan apa yang menjadi sorotan minggu ini di g1 Sul de Minas Menurut polisi, bukti yang ditemukan di lokasi kejadian menunjukkan bahwa para penjahat melarikan diri dengan berjalan kaki melalui kawasan hutan yang memberikan akses ke jalur kereta api tua. Dalam pelacakan, ditemukan beberapa uang kertas yang tersebar di sepanjang jalur yang digunakan untuk melarikan diri. Polisi Militer memulai operasi pengepungan dan blokade di wilayah tersebut dan terus melakukan upaya untuk menemukan pelakunya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada seorang pun yang ditangkap. Korporasi meminta agar informasi apa pun yang dapat membantu mengidentifikasi atau menemukan tersangka disampaikan, secara anonim, dengan menelepon 181 (Disque Denúncia) atau 190. Jenazah Luciano Ricardo Primao dikirim ke Legal Medical Institute (IML) di Pouso Alegre. Masih belum ada informasi mengenai pelepasan jenazah atau waktu bangun dan penguburannya. Lihat lebih banyak berita dari wilayah ini di g1 Sul de Minas