RJ: kekerasan terhadap lansia hampir selalu terjadi di rumah
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisKekerasan terhadap lansia di Rio de Janeiro meningkat dari 2.386 kasus pada tahun 2024 menjadi 2.967 pada tahun 2025, meningkat sebesar 24%. Data tersebut muncul dalam panel “Skenario Kekerasan terhadap Lansia”, yang dipresentasikan oleh Kementerian Umum Rio de Janeiro (MPRJ) untuk memperingati Hari Pemberantasan Kekerasan terhadap Lansia Sedunia.
Data tersebut dirilis Pusat Dukungan Operasional Kejaksaan Lanjut Usia (CAO) Senin ini (15). Jaksa Agung Kehakiman, Antônio José Campos Moreira, menyoroti komitmen institusional untuk melindungi populasi lansia di negara bagian tersebut.
Berita terkait:
Tiga kota menerima proyek percontohan untuk merawat lansia di rumah.
Cacat trotoar membuat 42% lansia takut terjatuh.
Orang lanjut usia merasakan kerentanan yang lebih besar terhadap penipuan online di SP.
“Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menghormati hak-hak orang lanjut usia, dan kita juga perlu mendorong otoritas publik untuk memberikan perawatan yang bermartabat kepada kelompok masyarakat ini, dengan tersedianya jaringan dukungan yang terstruktur, dengan peralatan yang memadai. Kekerasan tidak hanya terjadi secara fisik, namun terjadi melalui penipuan dan, yang semakin meningkat, kejahatan dunia maya”, ujarnya.
Data menunjukkan, pada tahun 2025, terdapat 2.816 orang yang menjadi korban kekerasan, sebagian besar adalah perempuan, dengan jumlah tercatat 2.002 orang. Kekerasan sebagian besar terjadi di rumah, dengan 2.154 kasus dilaporkan, dengan kelalaian, ketika orang lanjut usia menderita karena kurangnya perhatian dan perawatan, yang diidentifikasi sebagai penjahat terbesar, dengan 29% kasus.
“Sayangnya, kami juga melihat sebagian besar kasus kekerasan tidak terlihat, sehingga menyebabkan tidak adanya pelaporan. Peran negara sangat penting agar kita dapat secara efisien memerangi situasi ini, karena banyak keluarga tidak memiliki kondisi keuangan atau jaringan dukungan untuk memberikan perawatan yang diperlukan.”
Menurut koordinator CAO, Luiz Cláudio Carvalho, “hilangnya independensi dan otonomi berhubungan langsung dengan meningkatnya kasus pengabaian dan kelalaian yang diidentifikasi oleh anggota parlemen”, ia menilai.
Laporkan
Masyarakat dapat melaporkan kasus kekerasan terhadap lansia ke MPRJ dengan menelepon 127 dan saluran resmi Ombudsman lainnya. Kontak juga dapat dilakukan dengan menelepon 100 (Dial 100), saluran pemerintah federal untuk menerima laporan pelanggaran hak asasi manusia.
← Kembali