Dari berenang SP ke RJ: kelompok menemukan paus dan mencatat cahaya 'misterius' di langit selama penyeberangan 32 jam
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisBerenang dari SP ke RJ: kelompok bertemu paus selama 32 jam penyeberangan
Persimpangan renang antara negara bagian São Paulo dan Rio de Janeiro mempertemukan delapan perenang dengan beberapa tantangan di laut lepas: malam yang hampir gelap gulita, paus yang muncul dekat dengan kelompoknya, dan bahkan titik cahaya yang menemani mereka selama sebagian perjalanan.
Ekspedisi tersebut dilakukan pada akhir Mei antara Ilhabela, di Pantai Utara São Paulo, dan Ilha Grande, di Angra dos Reis (RJ). Rute tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar 32 jam estafet di atas air.
Kisah tersebut mendapat dampak setelah video yang dipublikasikan oleh para peserta menjadi viral di media sosial.
✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran g1 Vale do Paraíba dan wilayah di WhatsApp
Ide tantangan ini datang dari perbincangan antar teman. Menurut perenang dan pelatih Marta Izo, kelompok tersebut sudah memiliki pengalaman dalam ultramaraton air dan memutuskan untuk membuat ekspedisi yang belum pernah terjadi sebelumnya antara kedua pulau tersebut.
“Saya selalu ingin melakukan tantangan berenang dari Rio ke São Paulo atau dari São Paulo ke Rio. Ketika seorang atlet datang untuk berbicara dengan saya tentang penyeberangan, kami menyatukan ide dan berpikir: mengapa tidak melakukannya antara Ilhabela dan Ilha Grande?”, katanya.
Arah penyeberangan ditentukan hanya pada hari-hari menjelang permulaan, setelah menganalisis arus laut, angin dan kondisi cuaca.
Berenang dari SP ke RJ: kelompok menemukan ikan paus dan mencatat cahaya misterius di langit selama penyeberangan 32 jam
Berkas pribadi
Paus dan malam ketegangan
Selama perjalanan, para perenang bertemu dengan ubur-ubur, lumba-lumba, dan paus. Menurut Marta, keberadaan hewan tersebut sudah diperkirakan karena penyeberangan dilakukan saat musim migrasi paus ke pantai Brasil. Yang mengejutkan kelompok itu adalah kedekatan hewan-hewan tersebut.
“Kami memperkirakan sebagian besar akan menemukan paus, karena ini sedang musimnya. Namun kami tidak memperkirakan keberadaan mereka akan sedekat ini,” katanya.
Bagi perenang, momen penyeberangan tersulit terjadi pada malam hari. Selain angin yang meningkat pada dini hari, para atlet juga harus menghadapi ketegangan akibat kehadiran ikan paus yang pertama kali muncul saat matahari mulai terbenam.
“Kami semua berenang dengan sangat tegang di malam hari. Paus itu muncul di awal senja dan, di tengah malam, muncul lebih dekat di belakang atlet lain. Setiap pukulannya menimbulkan emosi,” kenangnya.
Menurutnya, kadang-kadang hewan bisa mendengar suara napasnya, namun tidak bisa melihatnya.
"Beberapa saat kami mendengar suara nafasnya. Tapi kami tidak tahu keberadaannya karena saat itu malam bulan baru. Saat itu gelap gulita," ujarnya.
Dari SP ke RJ dengan berenang: kelompok mencatat cahaya misterius di langit selama 32 jam penyeberangan
Cahaya misterius di langit
Selain perjumpaan dengan hewan laut, ada kejadian menarik yang menarik perhatian peserta pada dini hari, di dekat Ubatuba (SP) dan Paraty (RJ). Menurut Marta, setitik cahaya muncul di langit dan seolah menemani rombongan saat sebagian penyeberangan.
"Saat itu malam sangat gelap, bulan baru. Dan muncul titik kecil mengikuti kami. Kami tidak tahu apa itu," ujarnya.
Momen tersebut direkam dalam video oleh para peserta - lihat di atas.
"Dekat sekali. Aku ngomong soal UFO, aku nggak bercanda. Gila nih nak. Buat yang sekarang takut ikan paus, aku nggak bisa menjelaskannya. Alam tidak menjelaskannya!", ucap para atlet dalam video tersebut saat bereaksi terhadap cahaya di langit.
Perahu mogok menjelang kedatangan
Ketika tersisa sekitar 22 kilometer bagi rombongan untuk mencapai Ilha Grande, masalah tak terduga kembali menjadi kendala. Perahu layar yang menemani para perenang sepanjang ekspedisi mengalami kerusakan mekanis dan harus diganti dengan kapal yang lebih kecil, yang disimpan sebagai penyangga darurat.
“Kami harus menempuh jarak sekitar 22 kilometer ketika perahu layar itu rusak. Untung kami punya fast support boat dan diputuskan bersama untuk menyelesaikan tantangan di atasnya”, kata Marta.
Meski mengalami kemunduran, para atlet berhasil menyelesaikan penyeberangan tersebut.
Dari berenang SP ke RJ: kelompok menemukan paus dan mencatat cahaya 'misterius' di langit selama penyeberangan 32 jam
Berkas pribadi
Lihat berita lainnya dari Vale do Paraíba dan wilayah Bragantina
← Kembali