Juru bicara universitas mengungkapkan bahwa keputusan untuk memecat anggota staf yang terkena dampak diambil pada pertemuan Dewan Pengurus ke-122 yang diadakan pada 12 Juni. Postingan Universitas memecat dua profesor, tiga lainnya karena dugaan pelecehan seksual dan pemerasan muncul pertama kali di Premium Times Nigeria.