Merujuk pada data tersebut, Nagaraju M.R., seorang petani yang memprotes proyek tersebut, mempertanyakan klaim pemerintah bahwa petani di wilayah tersebut menderita kerugian akibat pertanian dan tidak ada permintaan terhadap tanaman yang ditanam di sana. "Petani mana yang menderita kerugian yang terus menanam berbagai macam tanaman? Angka-angka tersebut saja sudah menunjukkan bagaimana petani di wilayah ini bisa berkembang," katanya.