Analis Federico Santopinto percaya, dalam sebuah kolom di Le Monde, bahwa penutupan sistem tempur udara di masa depan menggambarkan persaingan strategis dan ekonomi yang terjadi antara negara-negara Eropa, namun juga ketidakmampuan mereka menggunakan aset Uni Eropa untuk menyelesaikan krisis tersebut.