'Saya tidak membuat rencana lagi untuk tahun 2035': pria yang memiliki kenangan dalam hidupnya menciptakan daftar impian yang ingin dijalani saat ini
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 Portugis'Hari ini adalah kebangkitanku', kata pria penderita kanker stadium akhir dalam perayaannya dengan bir dan samba
Ketika mengetahui bahwa kanker perut tidak ada obatnya, Tiago Martins Pitthan, 49, mengambil keputusan: berhenti menunda mimpinya. Pengacara, yang tinggal di Campo Grande dan mengadakan pemakaman semasa hidupnya, berhenti membuat rencana untuk masa depan yang jauh dan mulai memfokuskan energinya pada pengalaman yang masih ingin ia dapatkan, seperti belajar berselancar, mengunjungi saudara lelakinya lagi di Portugal, dan mengajak ibunya mengunjungi Meksiko. Lihat video di atas.
"Saya tidak menghitung mundur. Saya menghitung maju. Setiap hari adalah satu hari lagi yang akan saya jalani."
✅ Klik di sini untuk mengikuti saluran MS g1 di WhatsApp
📱Tandai g1 di Google dan ikuti berita utama hari ini
Mimpi baru
Dengan keterbatasan fisik yang diakibatkan oleh penyakit ini, beberapa aktivitas terpaksa ditinggalkan. Sepak bola, lari, dan bersepeda menjadi lebih sulit.
Namun ia menemukan alternatif: mengganti mimpi mustahil dengan mimpi yang masih bisa diwujudkan.
"Saya tidak bisa berlari lagi. Saya tidak bisa bermain sepak bola. Saya tidak bisa bersepeda. Jadi saya mengubah minat saya."
Salah satu tujuan selanjutnya adalah belajar selancar. "Aku akan belajar berselancar."
Daftar tersebut juga termasuk mengunjungi saudara laki-lakinya di Portugal lagi dan memenuhi keinginan lama ibunya. “Saya ingin membawa ibu saya ke Meksiko.”
Pemutus sirkuit
Tiago Pitthan saat perayaan hidupnya sendiri, yang diadakan di Campo Grande.
Alison Lima
Cara Tiago menghadapi kematian juga menarik perhatian. Sebagai seorang ateis, dia mengatakan dia tidak pernah melihat akhir kehidupan sebagai sesuatu yang supranatural. “Saya melihat kematian seperti mematikan pemutus arus.”
Menurutnya, diagnosis tersebut tidak mengubah pandangannya tentang kematian, namun benar-benar mengubah hubungannya dengan waktu.
"Yang berubah adalah saya tidak menunda-nunda lagi."
Oleh karena itu, ia mengaku lebih memilih memfokuskan energinya pada hal yang masih bisa ia jalani.
"Saya sudah mengalahkan kanker. Penyakit ini akan merenggut nyawa saya suatu saat nanti, tapi hanya itu yang diperlukan. Tidak akan menyita waktu satu menit pun dari hari saya."
Tonton video dari Mato Grosso do Sul:
← Kembali