CHAKWAL: Dua tersangka dalam perampokan Rabu malam dan baku tembak fatal tewas dalam pertemuan dengan Departemen Pengendalian Kejahatan (CCD) Chakwal, sementara seorang pejabat CCD ditangkap dengan tuduhan membunuh seorang gadis di bawah umur dan melukai saudara laki-laki dan ayahnya, kata sumber kepada Dawn pada hari Sabtu. Adeel Ahmed, 39, istrinya Dr Sidra Khan, putrinya Hania Ahmed, 9, dan putranya Aafan Ahmed, 10, diserang saat perampokan ketika polisi CCD menembaki kendaraan mereka karena mengira itu milik perampok. Akibatnya Hania tewas di tempat, sedangkan Adeel dan Aafan luka parah. Dr Khan tetap tidak terluka. Sementara itu, kedua perampok melarikan diri dari lokasi kejadian setelah meninggalkan sepeda motornya. Dalam FIR, pejabat CCD tersebut tidak didakwa, namun kini FIR tersebut telah diubah dengan penambahan pasal 302 yang berujung pada penangkapannya. Pada Kamis malam, kedua perampok tersebut tewas dalam bentrokan dengan CCD. Mereka diidentifikasi sebagai Mohammad Abbas, warga Shahdara, dan Mohammad Feyaz, warga Ferozwala. "Kedua perampok terlibat dalam serangkaian insiden perampokan yang terjadi dalam waktu tiga jam pada Rabu malam. Mereka adalah orang yang sama yang terlibat baku tembak dengan personel CCD saat menjarah sebuah keluarga warga negara Australia," klaim pejabat senior CCD saat berbicara dengan Dawn. Dia mengatakan kedua perampok tersebut terlibat dalam lebih dari selusin kasus di berbagai wilayah di Punjab dan pernah ditangkap dan didakwa di masa lalu. Mohammad Abbas juga terlibat dalam dua perampokan yang terjadi di Chakwal pada tahun 2021. Mereka menembak seorang polisi CCD pada tanggal 3 Juni di Gujranwala, merampas sepeda motor pada tanggal 6 Juni dari seorang pria di Sheikhupura dan menjarah seorang pedagang di Khewra ketika datang ke Chakwal, kata pejabat itu dan menambahkan bahwa setelah tiba di Chakwal para perampok tinggal di sebuah masjid dekat desa Sutwal di Jalan Chakwal-Choa Saidan Shah. “Abbas biasa mengenakan pakaian wanita dengan gaun yang berperan sebagai istri kaki tangannya, Feyaz,” tambah pejabat itu. Dengan menyamar sebagai pasangan, kedua perampok tersebut akan menandai sasarannya di siang hari dan menyerang di malam hari. Diterbitkan di Fajar, 14 Juni 2026