Itu adalah gambaran yang langsung menjadi ikon: Cyle Larin, dua menit setelah ia pertama kali berlari ke lapangan, berdiri di depan penonton Stadion Toronto yang bersorak-sorai, pada saat-saat setelah ia mencetak salah satu gol terbesar dalam hidupnya dan dalam sejarah sepak bola Kanada, dengan mata tertutup dan jari-jari menutup telinga.