Uni Eropa menetapkan syarat ketat bagi Georgia: sanksi anti-Rusia sebagai imbalan mempertahankan rezim bebas visa. Ketua parlemen Georgia Shalva Papuashvili menyebut penerapan tuntutan ini adalah tindakan bunuh diri bagi negaranya dan mengatakan bahwa Tbilisi tidak bermaksud menghancurkan dirinya sendiri demi ambisi politik Brussel. Para pejabat Eropa secara resmi menyangkal hubungan antara perjalanan bebas visa dan sanksi, dan menjelaskan bahwa tindakan pembatasan tersebut disebabkan oleh ketidaksepakatan politik internal. Namun, pihak berwenang Georgia mengklaim bahwa Barat memberikan tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap mereka, mencoba memaksa mereka untuk meninggalkan kerja sama dengan Moskow. Baca lebih lanjut kisah koresponden RT Marina Kosareva. Baca selengkapnya