Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 12 Juni kematian Héctor Guerrero Flores, alias "Niño Guerrero", yang dianggap sebagai pemimpin tertinggi geng Venezuela Tren de Aragua, yang diklasifikasikan sebagai teroris oleh Washington. Presiden telah menyatakan bahwa kelompok kriminal tersebut berkolaborasi dengan presiden terguling Nicolás Maduro dan, setelah penangkapannya, hubungan dengan negara Amerika Latin tersebut terjalin dengan Delcy Rodríguez, yang berkolaborasi dalam operasi melawan Guerrero.