The New York Times mengutip seorang pejabat Amerika yang mengatakan bahwa mediator sipil dan militer Iran memberi tahu Washington bahwa Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei merasa nyaman dengan perjanjian awal yang diusulkan dengan Amerika Serikat, namun dia belum memberikan persetujuan akhir atau menyatakan dukungan langsungnya terhadap perjanjian tersebut.