Dalam pidatonya yang disiarkan televisi pada hari Jumat tanggal 12 Juni, Kepala Negara secara khusus meyakinkan bahwa “lebih dari 13.000 teroris” telah dibunuh oleh tentara selama setahun terakhir dan bahwa jumlah korban pemberontakan jihadis di negara tersebut telah menurun sebesar 81% sejak ia berkuasa pada tahun 2023. Angka-angka tersebut harus diambil dengan sangat hati-hati karena terlihat “kurang kredibel,” membuat marah para analis.