Wanita muda yang menjadi lumpuh lima kali dikejutkan dengan lamaran pernikahan setelah maraton; video
📖 Sumber artikel — 🇧🇷 PortugisWanita muda yang menjadi lumpuh sebanyak lima kali ini dikejutkan dengan lamaran pernikahan
Fisioterapis Roberta Rodrigues, yang menderita lumpuh lima kali sepanjang hidupnya akibat penyakit neurologis dan autoimun yang langka, mengalami momen tak terlupakan setelah mengikuti Rio Marathon. Saat melewati garis finis, ia dikejutkan dengan lamaran pernikahan yang dilontarkan pacarnya, Nicael Macedo.
Di media sosial, Roberta berbagi emosi saat mengalami, sekaligus mewujudkan mimpi dan babak baru dalam kisahnya.
“Saya berada di kursi roda dan tidak bisa berlari di Rio Marathon dengan kaki saya sendiri. Tapi pacar saya berlari bersama saya di kursi roda dan, selain mengalungkan medali di leher saya, dia juga memasangkan cincin di jari saya. Saya bertunangan,” lapornya.
✅ Klik dan ikuti saluran g1 GO di WhatsApp
Lahir di Santa Fé de Goiás, Roberta mengatakan kepada g1 bahwa dia harus menghentikan studi, karier, dan proyek pribadinya beberapa kali karena penyakit tersebut. Meski begitu, dia selalu bisa kembali ke rutinitasnya, berjalan lagi, bekerja, dan bahkan berlari. Saat ini, ia menjalani pengobatan berkelanjutan dengan obat imunomodulator, yang diberikan setiap enam bulan sekali, untuk mengurangi serangan sistem kekebalan terhadap tubuh itu sendiri. Di media sosial, ia juga berbagi perjalanannya menginspirasi orang lain.
Dalam video yang dipublikasikan setelah maraton, fisioterapis menyoroti pentingnya momen tersebut. “Saya mewujudkan impian saya untuk berlari di Rio Marathon. Saya penderita lumpuh, menggunakan kursi roda dan saya pikir hal itu tidak akan mungkin terjadi lagi,” katanya.
Ia pun sempat emosional saat membicarakan dukungan pasangannya. "Tuhan dalam kebaikannya yang tak terhingga mempertemukanku dengan seorang laki-laki yang selain menjadi pacar, menjadi 'kakiku' dan membawaku mewujudkan mimpi ini. Seolah belum cukup, Tuhan juga membuatku menjalani mimpi yang lain," tulisnya.
Rio Marathon 2026 diadakan antara tanggal 3 dan 7 Juni.
Roberta Rodrigues dan tunangannya Nicael Macedo
Reproduksi/Instagram oleh Roberta Rodrigues
Temukan kisah Roberta
Seorang fisioterapis perawatan intensif lulusan Universitas Negeri Goiás (UEG), Roberta membangun karir yang ditandai dengan mengatasi. Ia menyelesaikan program residensi, mendapatkan persetujuan dalam proses seleksi, bekerja di garis depan selama pandemi Covid-19 dan menjadi penganjur humanisasi dalam layanan kesehatan.
“Entah saya sedang sakit atau saya sedang mengejar masa depan saya dengan sangat cepat. Karena waktu telah diambil dari saya”, lapornya dalam wawancara dengan reporter Addan Vieira.
BACA JUGA:
Temukan kisah wanita muda dari Goiás yang menjadi lumpuh sebanyak lima kali karena penyakit langka
Pemuda yang menjadi lumpuh sebanyak lima kali mengenang prosesnya: 'Entah saya sakit, atau saya sedang mengejar masa depan'
VIDEO: Goiana, yang menjadi lumpuh setelah operasi, sukses di web dengan menunjukkan ketangguhannya
Krisis pertama terjadi pada tahun 2008, setelah menerima vaksin demam kuning. Beberapa jam kemudian, dia mulai kehilangan gerakan pada kakinya dan kemudian pada lengannya.
Dipindahkan ke Goiânia, wanita muda tersebut dirawat di rumah sakit dan kondisinya semakin memburuk. “Saya menghentikan semuanya sampai saya mengalami serangan pernapasan pertama dan pergi ke ICU. Saya diintubasi,” kenangnya.
Saat itu, dia didiagnosis mengidap Sindrom Guillain-Barré, penyakit autoimun yang mengganggu sistem saraf dan bahkan dapat memengaruhi otot yang bertanggung jawab untuk bernapas.
Seiring berlalunya waktu, krisis baru pun bermunculan. Berbeda dengan kebanyakan kasus Guillain-Barré, di mana terjadi pemulihan setelah fase akut, Roberta mulai mengalami kekambuhan berulang dan kelemahan otot yang terus-menerus.
Pemeriksaan terbaru menunjukkan evolusi diagnosis menjadi Polineuropati Demielinasi Peradangan Kronis (CIDP), suatu bentuk penyakit kronis. Saat ini, ia hidup dengan kelemahan pada keempat anggota tubuhnya, memerlukan perawatan berkelanjutan dan menjalani rehabilitasi intensif.
Dia percaya bahwa kebugaran fisik memainkan peran mendasar dalam semua pemulihannya. Menurut Roberta, semua kekambuhan berakhir dengan pemulihan gerakan sepenuhnya, hasil yang ia kaitkan dengan kondisi fisik dan pengetahuan yang diperoleh sebagai fisioterapis.
Saat ini, ia melanjutkan pengobatan pencegahan untuk mengendalikan penyakit dan menghargai setiap pencapaian sehari-hari. "Kondisi saya lebih buruk. Saya lumpuh total. Jadi, setiap gerakan yang muncul adalah sebuah kemenangan," katanya.
📱 Lihat berita lain dari wilayah ini di g1 Goiás.
VIDEO: berita terbaru dari Goiás
← Kembali