Publikasi Trump di jaringan tersebut terjadi setelah tiga hari terjadinya baku tembak antara Amerika Serikat dan Iran, sebuah eskalasi yang membawa Timur Tengah semakin dekat ke perang skala penuh. Teheran menyangkal adanya perjanjian pra-perdamaian dan menolak klaim presiden AS.